Telegram merupakan salah satu aplikasi pesan instan yang banyak digunakan oleh pelajar, mahasiswa, komunitas, dan organisasi karena menawarkan berbagai fitur unggulan, seperti grup berkapasitas besar, saluran publik, penyimpanan berbasis cloud, dan dukungan bot. Meskipun demikian, pengguna masih menghadapi beberapa kendala dalam aktivitas sehari-hari, seperti notifikasi grup yang berlebihan, kesulitan mencari percakapan atau informasi tertentu, keterbatasan personalisasi tampilan, serta pengelolaan obrolan yang belum efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan perancangan ulang (redesain) antarmuka dan pengalaman pengguna (UI/UX) aplikasi Telegram dalam bentuk wireframe dan prototipe konseptual yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna, menggunakan metode Double Diamond Diagram yang dikembangkan oleh Design Council, yang terdiri atas empat tahapan, yaitu Discover, Define, Develop dan Deliver. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, tinjauan pustaka, dan analisis kompetitor terhadap WhatsApp, Discord, Line, dan Slack. Hasil tahap Discover dan Define mengidentifikasi empat permasalahan utama, yaitu notifikasi grup yang berlebihan, kesulitan mencari pesan lama, tampilan yang kurang personal, dan pengelolaan chat yang belum terorganisir. Berdasarkan temuan tersebut, tahap Develop menghasilkan lima usulan fitur, yaitu Folder Chat, Mode Fokus, Pencarian Pintar, Kustomisasi Tampilan, dan Statistik Penggunaan, yang divisualisasikan dalam bentuk wireframe dan prototipe. Hasil pengujian pada tahap Deliver melalui masukan kualitatif dari 27 responden mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Kuningan menunjukkan bahwa seluruh fitur yang diusulkan mendapatkan tanggapan yang secara umum positif, khususnya Folder Chat dan Mode Fokus yang dinilai paling membantu mengatasi permasalahan yang sering dialami, meskipun evaluasi ini belum menggunakan instrumen usability terstandar sehingga belum menghasilkan skor kegunaan yang terukur. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Double Diamond Diagram dapat digunakan sebagai kerangka kerja user-centered design dalam menghasilkan usulan solusi desain yang sesuai dengan kebutuhan pengguna serta berpotensi meningkatkan kualitas pengalaman pengguna (user experience) pada aplikasi Telegram.
Copyrights © 2026