Energi listrik merupakan kebutuhan vital dalam mendukung operasional sistem berbasis Internet of Things (IoT), khususnya pada sistem monitoring dan pengalihan sumber daya listrik seperti Automatic Transfer Switch–Automatic Main Failure (ATS-AMF). Akurasi pengukuran parameter listrik, terutama tegangan dan arus, menjadi faktor penting untuk menjamin kestabilan sistem, keamanan perangkat, serta efisiensi penggunaan energi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat akurasi sensor PZEM-004T dalam mengukur tegangan dan arus listrik pada sistem monitoring berbasis IoT. Metode penelitian dilakukan dengan membandingkan hasil pembacaan sensor PZEM-004T terhadap alat ukur konvensional berupa AVO meter digital pada berbagai kondisi beban operasional di lingkungan perkantoran. Sensor diintegrasikan dengan mikrokontroler Wemos D1 R32 dan sistem monitoring berbasis aplikasi Blynk untuk memperoleh data secara real-time. Pengujian dilakukan pada dua sumber daya listrik, yaitu PLN dan genset, dengan pengambilan data secara berulang untuk memperoleh nilai deviasi dan persentase error pengukuran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata pengukuran tegangan menggunakan sensor PZEM-004T sebesar 224,34 V, sedangkan alat ukur konvensional menunjukkan 224,82 V dengan rata-rata error sebesar 0,214%. Pada pengukuran arus, sensor mencatat nilai maksimum sebesar 11,3 A, sementara alat ukur konvensional mencatat 11,8 A, dengan rata-rata error sebesar 3,84% dan error tertinggi sebesar 4,55%. Nilai error tersebut masih berada dalam batas toleransi untuk aplikasi monitoring non-industri. Berdasarkan hasil tersebut, sensor PZEM-004T dinyatakan cukup andal untuk digunakan pada sistem monitoring kelistrikan berbasis IoT, khususnya pada aplikasi rumah tangga hingga skala menengah, meskipun kalibrasi tambahan tetap diperlukan untuk aplikasi dengan tuntutan presisi tinggi.
Copyrights © 2026