Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. The phenomenon of “quiet quitting” has garnered increasing attention since the COVID-19 pandemic, in line with changing work patterns and rapid industrial transformation. This phenomenon has emerged as a result of various workplace demands, such as heavy workloads, stress, and anxiety. This study aims to analyze the contribution of work-life balance to quiet quitting among banking employees in Bandung. The study employs a quantitative approach with a cross-sectional correlational design involving 136 banking employees selected using convenience sampling. The research instruments consisted of the work-life balance scale developed by Fisher et al. (2009) and adapted by Gunawan (2019), as well as the Quiet Quitting Scale by Galanis et al. (2023), adapted by Sejati et al. (2025). Data were analyzed using multiple linear regression with the aid of SPSS. The results indicate that the majority of respondents exhibited low work-life balance and high levels of quiet quitting. Work-life balance accounted for 37.6% of the variance in quiet quitting (R² = 0.376) and had a significant simultaneous effect (p < 0.001). Partially, the WIPL and PLIW dimensions had a significant positive effect on quiet quitting; WEPL had no significant effect; while PLEW had a significant negative effect with the largest beta coefficient (β = -0.360), indicating that the greater the positive influence of personal life on work, the lower the tendency toward quiet quitting. These findings suggest that improving work-life balance particularly through support for employees personal lives has the potential to reduce the tendency toward quiet quitting among banking employees in Bandung Abstrak. Fenomena quiet quitting semakin mendapat perhatian setelah pandemi Covid-19 seiring perubahan pola kerja dan pesatnya transformasi industri. Kondisi ini berkembang akibat berbagai tuntutan kerja, seperti beban kerja, stres, dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi work life balance terhadap quiet quitting pada karyawan perbankan di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional terhadap 136 karyawan perbankan yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian berupa skala work life balance yang dikembangkan Fisher et al. (2009) dan diadaptasi oleh Gunawan (2019), serta Quiet Quitting Scale dari Galanis et al. (2023) yang diadaptasi oleh Sejati et al. (2025). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki work life balance rendah dan quiet quitting tinggi. Work life balance berkontribusi sebesar 37,6% terhadap quiet quitting (R² = 0,376) dan berpengaruh signifikan secara simultan (p < 0,001). Secara parsial, dimensi WIPL dan PLIW berpengaruh positif signifikan terhadap quiet quitting, WEPL tidak berpengaruh signifikan, sedangkan PLEW berpengaruh negatif signifikan dengan koefisien beta terbesar (β = -0,360), yang menunjukkan bahwa semakin besar pengaruh positif kehidupan pribadi terhadap pekerjaan, semakin rendah kecenderungan quiet quitting. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan work life balance, terutama melalui dukungan kehidupan pribadi, berpotensi menurunkan kecenderungan quiet quitting pada karyawan perbankan di Kota Bandung.
Copyrights © 0000