Metode statistically-derived threshold (SDT) berbasis ? ± k? banyak digunakan pada sistem monitoring kondisi motor induksi berbiaya rendah, namun jumlah sampel baseline N umumnya ditentukan secara ad-hoc tanpa kriteria konvergensi eksplisit. Makalah ini menganalisis konvergensi parameter statistik (?, ?) dan threshold (?+2?, ?+3?) terhadap N pada tiga parameter kondisi motor induksi tiga fasa—suhu (DS18B20), arus (SCT013+ADS1115), dan magnitude getaran (MPU6050)—menggunakan dataset baseline 600 sampel dari sistem monitoring real-time berbasis Arduino/Modbus TCP/SCADA. Analisis menggunakan running statistics pada N = 30–600, kriteria konvergensi ganda yang diusulkan (perubahan relatif lokal < 1% dan deviasi global terhadap nilai akhir < 2% selama lima evaluasi berturut-turut), serta selang kepercayaan bootstrap 95% (B = 2000). Hasil menunjukkan perilaku konvergensi yang sangat berbeda: threshold arus konvergen pada N ? 40 dan getaran pada N ? 150, sedangkan threshold suhu tidak konvergen sejati dalam 600 sampel akibat transien warm-up termal yang membuat data non-stasioner (pergeseran threshold ?13%). Kriteria lokal saja terbukti menghasilkan konvergensi semu pada data yang drift perlahan. Dua rekomendasi praktis dihasilkan: panjang baseline harus ditetapkan per parameter, dan baseline termal hanya boleh diakuisisi setelah kondisi tunak termal tercapai. Kerangka analisis yang diusulkan dapat direplikasi untuk sistem monitoring kondisi berbiaya rendah lainnya.
Copyrights © 2026