Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan prevalensi di wilayah kerja Puskesmas Jebus, Bangka Barat, yang terus meningkat setiap tahunnya. Kepatuhan minum obat antihipertensi menjadi faktor kunci dalam mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi, namun ketidakpatuhan masih menjadi tantangan yang bersifat multifaktorial. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Jebus Bangka Barat tahun 2026. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 99 responden yang dipilih secara proporsional dari 11 desa. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square (bivariat) serta regresi logistik (multivariat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan determinan yang diteliti, delapan di antaranya terbukti berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat (p<0,05), yaitu pekerjaan, pengetahuan, lama menderita, ketersediaan obat, akses ke sarana kesehatan, pendapatan, dukungan keluarga, dan dukungan sosial di lingkungan, sementara usia dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pendapatan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan minum obat antihipertensi dipengaruhi oleh kombinasi faktor sosial-ekonomi dan pelayanan kesehatan, sehingga intervensi promotif-preventif yang menyasar aspek ekonomi, edukasi, dan akses layanan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi.
Copyrights © 2026