Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Implementasi Model Supervisi Kolaboratif Manajer Keperawatan Dan IPCN Terhadap Kepatuhan Perawat Dalam Pencegahan HAI’s Linda Anggeriani; Dedek Sutinbuk; Heru Listiono; Taufik Kurrohman; Suherman Suherman; Arsul Sani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60694

Abstract

Healthcare-Associated Infections (HAIs) merupakan masalah penting yang memengaruhi mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit. Kepatuhan perawat terhadap standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) menjadi faktor utama dalam menurunkan kejadian HAIs. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi model supervisi kolaboratif antara manajer keperawatan dan Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) terhadap kepatuhan perawat di RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 76 perawat yang dipilih menggunakan total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum intervensi, 53,9% perawat berada pada kategori tidak patuh, sedangkan setelah implementasi model supervisi kolaboratif, 96,1% perawat menjadi patuh. Hasil uji menunjukkan nilai Z = -6,164 dengan p-value = 0,000 (p<0,05). Disimpulkan bahwa model supervisi kolaboratif manajer keperawatan dan IPCN efektif meningkatkan kepatuhan perawat terhadap standar PPI sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan dan pencegahan HAIs di rumah sakit. Kata Kunci: HAIs, kepatuhan perawat, model supervisi kolaboratif, manajer keperawatan, IPCN, PPI.
Analisis Determinan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Jebus Bangka Barat Tahun 2026 Cinanti Cinanti; Taufik Kurrohman; Dedek Sutinbuk; Suherman Suherman
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6275

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan prevalensi di wilayah kerja Puskesmas Jebus, Bangka Barat, yang terus meningkat setiap tahunnya. Kepatuhan minum obat antihipertensi menjadi faktor kunci dalam mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi, namun ketidakpatuhan masih menjadi tantangan yang bersifat multifaktorial. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Jebus Bangka Barat tahun 2026. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 99 responden yang dipilih secara proporsional dari 11 desa. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square (bivariat) serta regresi logistik (multivariat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan determinan yang diteliti, delapan di antaranya terbukti berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat (p<0,05), yaitu pekerjaan, pengetahuan, lama menderita, ketersediaan obat, akses ke sarana kesehatan, pendapatan, dukungan keluarga, dan dukungan sosial di lingkungan, sementara usia dan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pendapatan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan minum obat antihipertensi dipengaruhi oleh kombinasi faktor sosial-ekonomi dan pelayanan kesehatan, sehingga intervensi promotif-preventif yang menyasar aspek ekonomi, edukasi, dan akses layanan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi.