Perkembangan pesat media sosial telah meningkatkan risiko perilaku stalking digital yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental dan privasi pengguna. Sistem keamanan konvensional saat ini masih bersifat reaktif dan kurang efektif dalam mendeteksi pola penguntitan yang tersembunyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik perilaku stalking dan merumuskan analisis kebutuhan sistem berbasis Kecerdasan Buatan (AI) untuk deteksi dini yang proaktif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terbuka terhadap 10 responden di Indonesia yang dipilih secara purposive untuk mewakili berbagai latar belakang demografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku stalking di Indonesia mencakup penggunaan akun anonim secara berulang, pemantauan lokasi (geotagging), dan pengawasan intensif terhadap riwayat aktivitas digital. Temuan utama penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan sistem AI yang mampu menganalisis parameter frekuensi kunjungan profil oleh non-follower, deteksi pembuatan akun dari alamat IP yang sama, serta analisis sentimen pesan yang bersifat obsesif. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan fitur proteksi preventif yang diinginkan pengguna, seperti Auto-Restrict, Stealth Mode, dan Photo Tracker. Kesimpulannya, implementasi sistem AI sangat mendesak untuk mentransformasi sistem keamanan media sosial dari pendekatan reaktif menjadi preventif guna memulihkan rasa aman pengguna tanpa melanggar hak privasi.
Copyrights © 2026