Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN AI CHATBOT UNTUK MENGATASI MASALAH KEMANDIRIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA MAHASISWA SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS MULIA. Refinda Cheysar Wulandari; Divia Rizki Aulia; Riski Zulkarnain; Nasruddin Bin Idris
REKADATA Vol. 1 No. 2 (2026): Rekayasa Data dan Kecerdasan Artifisial (REKADATA)
Publisher : CV Mazaya Cahaya Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan AI chatbot telah memengaruhi cara mahasiswa memperoleh informasi dan mempertimbangkan keputusan akademik. Meskipun dimanfaatkan sebagai alat bantu belajar, penggunaannya menimbulkan kekhawatiran terhadap kemandirian pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pemanfaatan AI chatbot dengan kemandirian pengambilan keputusan mahasiswa Sistem Informasi Universitas Mulia. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner skala Likert kepada mahasiswa pengguna AI chatbot, menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan AI chatbot berada pada tingkat sedang dan digunakan sebagai sumber informasi pendukung. Uji korelasi menghasilkan koefisien sebesar 0,2045 yang menunjukkan hubungan positif namun lemah. Temuan ini mengindikasikan bahwa AI chatbot berfungsi sebagai alat bantu, tetapi tidak menjadi faktor utama dalam menentukan kemandirian pengambilan keputusan mahasiswa.
Analisis Kebutuhan Sistem AI untuk Mendeteksi Perilaku Stalking pada Platform Media Sosial Refinda Cheysar Wulandari; Riski Zulkarnain; Nasruddin Bin Idris
REKADATA Vol. 2 No. 1 (2026): Rekayasa Data dan Kecerdasan Artifisial (REKADATA)
Publisher : CV Mazaya Cahaya Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat media sosial telah meningkatkan risiko perilaku stalking digital yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental dan privasi pengguna. Sistem keamanan konvensional saat ini masih bersifat reaktif dan kurang efektif dalam mendeteksi pola penguntitan yang tersembunyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik perilaku stalking dan merumuskan analisis kebutuhan sistem berbasis Kecerdasan Buatan (AI) untuk deteksi dini yang proaktif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terbuka terhadap 10 responden di Indonesia yang dipilih secara purposive untuk mewakili berbagai latar belakang demografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku stalking di Indonesia mencakup penggunaan akun anonim secara berulang, pemantauan lokasi (geotagging), dan pengawasan intensif terhadap riwayat aktivitas digital. Temuan utama penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan sistem AI yang mampu menganalisis parameter frekuensi kunjungan profil oleh non-follower, deteksi pembuatan akun dari alamat IP yang sama, serta analisis sentimen pesan yang bersifat obsesif. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan fitur proteksi preventif yang diinginkan pengguna, seperti Auto-Restrict, Stealth Mode, dan Photo Tracker. Kesimpulannya, implementasi sistem AI sangat mendesak untuk mentransformasi sistem keamanan media sosial dari pendekatan reaktif menjadi preventif guna memulihkan rasa aman pengguna tanpa melanggar hak privasi.