Pertumbuhan populasi lansia di Indonesia meningkatkan kebutuhan layanan kesehatan. Kelompok geriatri rentan terhadap penyakit sehingga kerap menerima terapi beberapa obat sekaligus (polifarmasi). Polifarmasi berpotensi menimbulkan Potentially Inappropriate Medications (PIMs), yakni pemberian obat dengan risiko melebihi manfaatnya pada lansia. Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara polifarmasi dengan angka kejadian PIMs pada pasien geriatri di Puskesmas X Kota Cimahi. Sebanyak 52 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Penggunaan obat dikelompokkan menjadi non-polifarmasi dan polifarmasi, sementara PIMs diidentifikasi menggunakan Kriteria Beers. Data dievaluasi melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara polifarmasi dan kejadian PIMs pada pasien geriatri di lokasi penelitian, dengan nilai p-value < 0,000 (p<0,05), yang berarti hipotesis penelitian diterima. Dapat disimpulkan bahwa praktik polifarmasi berhubungan signifikan dengan kejadian PIMs pada pasien geriatri, sehingga menegaskan pentingnya tinjauan pengobatan (medication review) secara rutin guna meningkatkan keamanan farmakoterapi pada kelompok ini.
Copyrights © 2026