Penggunaan tanaman herbal berkhasiat sebagai bahan potensial dalam pengembangan senyawa bioaktif. Meskipun demikian, pemanfaatannya sebagai bahan herbal harus didahului dengan evaluasi keamanan melalui pengujian toksisitas. Daun lee kwan yew (Vernonia elaeagnifolia DC.) mengandung sejumlah metabolit sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, serta senyawa fenolik yang diketahui berpotensi memberikan efek farmakologis. Oleh sebab itu, pengujian toksisitas awal diperlukan untuk mengetahui tingkat toksik dari ekstrak yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi toksisitas ekstrak metanol daun lee kwan yew terhadap larva Artemia salina Leach dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) melalui penentuan nilai LC₅₀. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki nilai LC₅₀ rata-rata sebesar 50,941 ± 3,33 ppm dengan nilai Relative Standard Deviation (RSD) sebesar 6,53%. Nilai RSD tersebut menunjukkan tingkat keterulangan hasil yang baik. Berdasarkan nilai LC₅₀ yang berada di bawah 1000 ppm, ekstrak metanol daun lee kwan yew dikategorikan memiliki sifat toksik. Hasil tersebut menunjukkan adanya toksisitas awal pada ekstrak metanol daun lee kwan yew sehingga diperlukan penelitian lanjutan menggunakan uji sitotoksisitas yang lebih spesifik serta identifikasi senyawa aktif untuk mengevaluasi potensi farmakologinya.
Copyrights © 2026