Indonesia menghasilkan 53,14 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2024 yang berpotensi menghasilkan sekam padi dalam jumlah besar. Namun, pemanfaatan sekam padi di Desa Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan sekam padi sebagai aset lokal melalui pembuatan briket biochar sebagai energi alternatif. Kegiatan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui enam tahap, yaitu apresiasi potensi, pembentukan kelompok penggerak, pemetaan aset, penyusunan visi dan rencana, mobilisasi partisipatif, sosialisasi, demonstrasi, serta praktik pembuatan briket yang meliputi karbonisasi, penghalusan arang, pencampuran perekat, pencetakan, dan pengeringan. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan partisipasi masyarakat serta pengujian densitas, kadar air, dan karakteristik pembakaran. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat mampu mempraktikkan pembuatan briket, dengan karakteristik produk yang mendukung pemanfaatannya sebagai bahan bakar alternatif. Kegiatan ini meningkatkan nilai guna sekam padi dan mendukung pengembangan energi alternatif berbasis masyarakat.
Copyrights © 2026