Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi kronis yang belum sepenuhnya teratasi di Indonesia, dengan pernikahan dini menjadi salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadapnya. Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat serta aktivitas fisik masyarakat pedesaan juga masih memerlukan penguatan melalui edukasi berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Sendang Rejo melalui tiga program: sosialisasi pencegahan stunting melalui pencegahan pernikahan dini, pelatihan pembuatan hand sanitizer, dan kegiatan senam sehat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif berbasis edukasi dan pelatihan komunitas (community-based health education), dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, dokumentasi, dan pencatatan daftar hadir. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa SMP mengenai bahaya pernikahan dini dan kaitannya dengan stunting, peningkatan keterampilan ibu-ibu PKK dalam membuat hand sanitizer secara mandiri, serta peningkatan kesadaran ibu-ibu desa terhadap pentingnya aktivitas fisik, meskipun partisipasi pada kegiatan senam mengalami penurunan pada pertemuan kedua. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi kesehatan berkelanjutan berbasis masyarakat di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2026