EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani
Vol 10 No 1: Mei 2026

Teologi Ekologi Kristen Menggugat Pandangan Antroposentris dalam Upaya Mencegah Perubahan Iklim Global

Albert sahala (Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia)
Fandi Prasetyo Kusuma (Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia)
Herman Syahtie (Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia)
Yohanes Twin Agus Indratno (Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 May 2026

Abstract

Global climate change is a multidimensional crisis rooted not only in technological and economic factors but also in how humans interpret their relationship with nature as creation. The anthropocentric view within Christian theology, placing humans as the absolute center and ruler of the earth, has legitimized massive and systemic environmental exploitation and deepened ecological damage. This study challenges that paradigm by developing a Christian ecological theology framework that positions creation as an integral part of God's redemptive work. Using a qualitative approach through critical theological literature study, the research finds that theological anthropocentrism is the primary root of the ecological crisis through human domination over creation. Reconstructing creation theology calls for a shift from domination toward relationality that honors the interconnectedness of all beings. Cosmic redeemtion theology affirms the church's ecological responsibility as part of its mission to save the world, while ecological spirituality emerges as a new paradigm guiding faithful practice and ethical action amid climate change, emphasizing harmony among humans, nature, and God.   Abstrak Perubahan iklim global merupakan krisis multidimensional yang bersumber bukan hanya dari faktor teknologis dan ekonomis, melainkan juga dari cara manusia memaknai relasinya dengan alam sebagai ciptaan. Pandangan antroposentris dalam tradisi teologi Kristen, yang menempatkan manusia sebagai pusat dan penguasa mutlak atas bumi, telah melegitimasi eksploitasi lingkungan yang masif dan sistemik serta memperdalam kerusakan ekologis. Penelitian ini bertujuan menggugat paradigma antroposentris tersebut melalui pengembangan kerangka teologi ekologi Kristen yang menempatkan ciptaan sebagai bagian integral dari karya penebusan Allah. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka teologis kritis, penelitian ini menemukan bahwa antroposentrisme teologis menjadi akar utama krisis ekologis melalui dominasi manusia atas ciptaan. Rekonstruksi teologi ciptaan mendorong pergeseran dari sikap penguasaan menuju relasionalitas yang menghargai keterkaitan seluruh makhluk. Teologi penebusan kosmik menegaskan tanggung jawab ekologis gereja sebagai bagian dari misi penyelamatan dunia, sementara spiritualitas ekologis muncul sebagai paradigma baru yang membimbing praksis iman dan tindakan etis dalam menghadapi perubahan iklim, dengan menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Allah.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

epigraphe

Publisher

Subject

Arts Humanities Social Sciences Other

Description

EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan pelayanan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2579-9932 (online), ISSN: 2614-7203 (print), diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Torsina ...