Albert sahala
Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Teologi Ekologi Kristen Menggugat Pandangan Antroposentris dalam Upaya Mencegah Perubahan Iklim Global Albert sahala; Fandi Prasetyo Kusuma; Herman Syahtie; Yohanes Twin Agus Indratno
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 10 No 1: Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v10i1.577

Abstract

Global climate change is a multidimensional crisis rooted not only in technological and economic factors but also in how humans interpret their relationship with nature as creation. The anthropocentric view within Christian theology, placing humans as the absolute center and ruler of the earth, has legitimized massive and systemic environmental exploitation and deepened ecological damage. This study challenges that paradigm by developing a Christian ecological theology framework that positions creation as an integral part of God's redemptive work. Using a qualitative approach through critical theological literature study, the research finds that theological anthropocentrism is the primary root of the ecological crisis through human domination over creation. Reconstructing creation theology calls for a shift from domination toward relationality that honors the interconnectedness of all beings. Cosmic redeemtion theology affirms the church's ecological responsibility as part of its mission to save the world, while ecological spirituality emerges as a new paradigm guiding faithful practice and ethical action amid climate change, emphasizing harmony among humans, nature, and God.   Abstrak Perubahan iklim global merupakan krisis multidimensional yang bersumber bukan hanya dari faktor teknologis dan ekonomis, melainkan juga dari cara manusia memaknai relasinya dengan alam sebagai ciptaan. Pandangan antroposentris dalam tradisi teologi Kristen, yang menempatkan manusia sebagai pusat dan penguasa mutlak atas bumi, telah melegitimasi eksploitasi lingkungan yang masif dan sistemik serta memperdalam kerusakan ekologis. Penelitian ini bertujuan menggugat paradigma antroposentris tersebut melalui pengembangan kerangka teologi ekologi Kristen yang menempatkan ciptaan sebagai bagian integral dari karya penebusan Allah. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka teologis kritis, penelitian ini menemukan bahwa antroposentrisme teologis menjadi akar utama krisis ekologis melalui dominasi manusia atas ciptaan. Rekonstruksi teologi ciptaan mendorong pergeseran dari sikap penguasaan menuju relasionalitas yang menghargai keterkaitan seluruh makhluk. Teologi penebusan kosmik menegaskan tanggung jawab ekologis gereja sebagai bagian dari misi penyelamatan dunia, sementara spiritualitas ekologis muncul sebagai paradigma baru yang membimbing praksis iman dan tindakan etis dalam menghadapi perubahan iklim, dengan menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Allah.