Stabilitas pasokan tebu ke pabrik gula dan keuntungan petani kerap terganggu oleh ketimpangan pengelolaan faktor produksi dan biaya budidaya, namun studi yang menguji kedua aspek tersebut secara simultan dalam satu model kuantitatif multivariat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhi pasokan dan keuntungan petani tebu pemasok PG Gempolkrep menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Data dihimpun dari 73 petani tebu melalui kuesioner yang mengukur tiga konstruk: ketersediaan input produksi (Planet), aspek biaya budidaya (Cost), serta kemampuan pasokan dan profitabilitas (Supply & Profit). Pengujian outer model menunjukkan seluruh indikator valid (outer loading > 0,7; AVE > 0,5) dan reliabel (Cronbach's Alpha > 0,7); inner model menghasilkan R-Square 0,730. Hasil bootstrapping mengonfirmasi Planet sebagai faktor paling dominan (T-statistics 15,641; P 0,000; f-square 1,791), dengan indikator penggunaan varietas unggul (outer loading 0,911) sebagai penyumbang terbesar. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi pada pemilihan varietas tebu merupakan langkah paling strategis untuk memperkuat kinerja rantai pasok usahatani tebu, sekaligus memberi dasar empiris bagi kebijakan revitalisasi on-farm perkebunan tebu rakyat.
Copyrights © 2026