Peningkatan tren kecantikan di kalangan remaja, khususnya siswi sekolah menengah, berisiko memicu masalah kesehatan akibat rendahnya pemahaman mengenai kandungan bahan berbahaya dalam kosmetika. Meskipun edukasi kesehatan telah banyak dilakukan, efektivitas intervensi spesifik berbasis sekolah dalam mendongkrak literasi keamanan kosmetika di daerah tertentu masih memerlukan evaluasi terukur guna mencegah dampak buruk jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi mengenai penggunaan kosmetika berbahaya pada siswi sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner (pretest dan posttest) guna melihat perubahan tingkat pemahaman. Sebanyak 86 siswi kelas XII SMAN 1 Lareh Sago Halaban yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat pretest, mayoritas tingkat pengetahuan responden berada pada kategori kurang sebesar 67,44%. Setelah dilakukan intervensi edukasi, terjadi perubahan yang signifikan pada posttest, di mana mayoritas responden berada pada kategori baik sebesar 42% dan kategori cukup sebesar 36%. Responden dengan kategori kurang menurun secara signifikan menjadi 22%. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata berupa model edukasi preventif berbasis komunitas sekolah yang terbukti efektif meningkatkan kewaspadaan dini remaja terhadap bahaya kosmetika ilegal di tingkat lokal. Intervensi edukasi dapat meningkatkan pemahaman siswi mengenai penggunaan kosmetika berbahaya, sehingga program penyuluhan serupa perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam agenda kesehatan sekolah.
Copyrights © 2026