Papua sebagai wilayah strategis Negara Kesatuan Republik Indonesia menghadapi tantangan multidimensi berupa kesenjangan pembangunan, dinamika sosial budaya yang kompleks, serta ancaman gerakan separatis bersenjata sehingga pendekatan militer konvensional dinilai tidak lagi memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Mobile 305/17/1 Kostrad dalam pelaksanaan pembinaan teritorial di Papua sepanjang tahun 2022 dan 2023, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat efektivitasnya, serta merumuskan model strategi yang relevan bagi penguatan pembinaan teritorial TNI Angkatan Darat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satgas melaksanakan pembinaan teritorial melalui empat program utama, yaitu Komunikasi Sosial, Karya Bakti dan Bakti Sosial, Pembinaan Ketahanan Wilayah, serta Pembinaan Pertahanan Wilayah, yang secara adaptif, komunikatif, dan berkelanjutan terbukti meningkatkan kepercayaan masyarakat dan menurunkan gangguan keamanan. Penelitian ini menghasilkan model strategi pembinaan teritorial berbasis soft power, sinergi lintas sektor, dan pendekatan budaya lokal sebagai rujukan penguatan Binter TNI AD di wilayah rawan konflik.
Copyrights © 2026