Organisasi dakwah dalam mencapai cita-citanya berpotensi akan menghadapi situasi krisis, baik masalah itu muncul dari internal maupun eksternal. Kondisi tersebut membutuhkan kepemimpinan krisis agar organisasi tetap mampu bertahan dan menjaga eksistensinya. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. dari Makkah ke Madinah merupakan salah satu contoh praktik penerapan kepemimpinan krisis yang penting untuk dipelajari ketika menghadapi situasi krisis yang mengancam keberlanjutan organisasi dakwah. Studi ini bertujuan mengeksplorasi penerapan kepemimpinan krisis Nabi Muhammad saw. dalam peristiwa hijrah Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Hasil studi menunjukkan bahwa Nabi Muhammad menerapkan perilaku kepemimpinan krisis dalam peristiwa hijrah melalui menanamkan visi yang jelas hijrah sebagai langkah strategis untuk menjaga keimanan dan membangun peradaban Islam, kemampuan mengambil keputusan strategis, membangun kepercayaan pada SDM melalui keteladanan, pembagian tugas yang jelas sesuai kapasitas, dan membentuk kerja sama tim yang solid, mengelola informasi secara tepat, kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan dan kondisi psikologis SDM, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Integrasi keenam perilaku kepemimpinan krisis tersebut menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan hijrah ke Madinah. Melalui studi ini diharapkan bisa menjadi inspirasi/ referensi model penerapan kepemimpinan bagi organisasi dakwah masa kini ketika menghadapi situasi krisis demi menjaga keberlangsungan cita-cita organisasi secara jangka panjang.
Copyrights © 2026