Keberlanjutan organisasi dakwah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kebijakan struktural-manajerial dan sumber daya, tetapi juga oleh dinamika perilaku anggota organisasi yang berpotensi menimbulkan dampak negatif secara jangka panjang. Artikel ini bertujuan untuk menggagas kerangka konseptual-aplikatif mengenai sistem deteksi risiko dini berbasis perilaku bagi organisasi dakwah. Menggunakan pendekatan conceptual research, gagasan dikembangkan melalui proses sintesis teoritis yang berakar pada konsep-konsep dasar terkait organizational behavior, behavioral risk, dan early warning system. Melalui integrasi ketiga konsep tersebut, dihasilkan kerangka kerja konseptual untuk mengidentifikasi, memantau, dan menginterpretasikan risiko dari fenomena perilaku anggota organisasi yang berpotensi memberi dampak negatif sebelum berkembang menjadi masalah strategis yang mengancam keberlanjutan organisasi. Temuan artikel menunjukkan tiga gagasan utama, yaitu: Pertama, diperlukan pengembangan taksonomi risiko perilaku yang secara khusus merepresentasikan karakteristik organisasi dakwah sebagai pijakan melakukan deteksi. Kedua, sistem deteksi dijalankan dalam 4 tahap: pemahaman risiko, monitoring, penilaian-komunikasi & tindakan. Ketiga, model sistem deteksi dini yang dihasilkan masih tetap perlu dikontekstualisasikan sesuai dengan tujuan, situasi SDM, bentuk pekerjaan, nilai, dan dinamika masing-masing organisasi dakwah agar semakin relevan dan presisi.
Copyrights © 2026