Kebutuhan kopi menunjukkan kecenderungan meningkat setiap tahun. KTH Kopi Labongke merupakan salah satu produk kopi Arabica yang memiliki peluang pengembangan pasar seiring meningkatnya permintaan terhadap produk kopi berkualitas dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penjualan tiga jenis kemasan Kopi Labongke selama periode Januari 2021 – Januari 2023 serta mengidentifikasi jenis kemasan yang paling diminati berdasarkan tingkat penjualan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menganalisis data penjualan tiga jenis kemasan Kopi Labongke selama periode pengamatan. Analisis dilakukan dengan membandingkan perkembangan volume penjualan setiap jenis kemasan dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi kecenderungan permintaan konsumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemasan biji kopi (roast bean) ukuran 500 gram mengalami perkembangan penjualan yang paling tinggi dan menunjukkan kecenderungan peningkatan selama periode Januari 2021 – Januari 2023 dibandingkan dengan jenis kemasan lainnya. Tingginya permintaan terhadap kemasan roast bean berasal dari pelaku usaha kafe, termasuk UMKM, yang menggunakan biji kopi sebagai bahan baku untuk kegiatan operasional usahanya. Ukuran 500 gram dinilai lebih sesuai untuk kebutuhan pembelian dan penggunaan kopi secara rutin. Kemasan biji 500 gram merupakan produk yang paling banyak diminati dan memiliki potensi sebagai produk unggulan KTH Kopi Labongke. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi produksi, pengemasan, dan pemasaran Kopi Labongke sesuai dengan preferensi pasar.
Copyrights © 2026