Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, namun masih banyak pelaku usaha yang belum menerapkan pembukuan secara konsisten sehingga informasi keuangan belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut juga dialami oleh usaha Mie Ayam, Bakso, dan Nasi Ayam di Maguwoharjo yang belum memiliki pencatatan transaksi harian secara terstruktur karena keterbatasan waktu dan belum terbiasanya pemilik melakukan pembukuan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi pemilik usaha dalam menerapkan pembukuan sederhana berbasis pencatatan harian melalui penyusunan format pembukuan manual, rekapitulasi keuangan menggunakan Microsoft Excel, serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Metode pelaksanaan meliputi observasi, identifikasi permasalahan, penyusunan format pembukuan, pendampingan pencatatan transaksi, pengolahan data menggunakan Microsoft Excel, dan evaluasi hasil pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra berhasil menerapkan pencatatan transaksi secara lebih teratur menggunakan format pembukuan sederhana. Selama 46 hari pencatatan diperoleh total omzet sebesar Rp48.293.524, total pengeluaran sebesar Rp24.761.200, dan laba usaha sebesar Rp23.532.324. Selain itu, berhasil disusun rekapitulasi keuangan harian, mingguan, dan bulanan menggunakan Microsoft Excel serta perhitungan Harga Pokok Produksi untuk menu mie ayam, bakso, dan nasi ayam sebagai dasar evaluasi biaya produksi dan harga jual. Luaran kegiatan berupa format pembukuan sederhana, rekapitulasi keuangan menggunakan Microsoft Excel, perhitungan Harga Pokok Produksi setiap menu, dan grafik perkembangan laba harian. Kegiatan ini menghasilkan sistem pencatatan keuangan yang lebih terstruktur serta menyediakan informasi keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh pemilik usaha sebagai dasar pengambilan keputusan.
Copyrights © 2026