Rendahnya minat baca anak di lingkungan mitra di Bulango Utara ditandai oleh kecenderungan memilih hiburan berbasis gawai serta terbatasnya akses terhadap bahan bacaan yang menarik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menumbuhkan ketertarikan anak terhadap membaca melalui storytelling, permainan literasi, dan membaca bersama. Kegiatan melibatkan 12 anak sekolah dasar kelas 1–6 dan dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Evaluasi menggunakan kuesioner sederhana sebelum dan sesudah kegiatan serta observasi langsung terhadap keterlibatan peserta. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman tentang pentingnya membaca meningkat dari 5 anak (41,7%) menjadi 10 anak (83,3%), keinginan membaca kembali meningkat dari 5 anak (41,7%) menjadi 10 anak (83,3%), kesiapan terlibat dalam aktivitas membaca meningkat dari 4 anak (33,3%) menjadi 9 anak (75,0%), dan kesediaan membaca mandiri di rumah meningkat dari 4 anak (33,3%) menjadi 9 anak (75,0%). Observasi juga menunjukkan meningkatnya keberanian bertanya, partisipasi dalam permainan, dan kesediaan mengambil giliran membaca. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan literasi yang interaktif dan menyenangkan dapat menjadi pemantik awal untuk memperkuat ketertarikan anak terhadap buku, meskipun keberlanjutannya memerlukan dukungan orang tua, akses bacaan, dan kegiatan literasi berkala.
Copyrights © 2026