Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk koreografi, fungsi sosial-kultural, dan dinamika pelestarian Cangget Nyambuk Temui di era kontemporer. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi partisipatif pada pertunjukan adat, dan wawancara mendalam dengan penari, tokoh adat, dan pelestari seni lokal. Hasil penelitian menunjukkan (1) struktur koreografis Cangget Nyambuk Temui mempertahankan pola gerak tradisional (sembah, langkah ukel, penutupan malu) namun mengalami adaptasi estetika; (2) fungsi sosialnya tetap sebagai sarana penghormatan, legitimasi sosial, dan penguatan identitas adat meski tantangan modernisasi mempengaruhi praktiknya. Implikasi penelitian menekankan pentingnya strategi revitalisasi berbasis komunitas untuk mempertahankan nilai-nilai inti sekaligus memberi ruang inovasi koreografis yang kontekstual. This study aims to describe the choreographic structure, socio-cultural functions, and preservation dynamics of Cangget Nyambuk Temui in the contemporary era. A descriptive qualitative method was employed using literature review, participant observation of traditional performances, and in-depth interviews with dancers, adat leaders, and local cultural custodians. Findings indicate (1) the choreographic structure retains traditional movement patterns (salam/tribute gestures, ukel steps, modest closing) while experiencing aesthetic adaptations; (2) its social functions persist as an instrument of respect, social legitimation, and identity reinforcement despite modernization pressures. The study suggests community-based revitalization strategies that preserve core values while allowing contextual choreographic innovation.
Copyrights © 2026