Sari Pediatri
Vol 28, No 2 (2026)

Hubungan antara HbA1c dan Urine Creatinine Ratio pada Pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 1

Harjoedi Adji Tjahjono (Universitas Brawijaya, Malang)
Angela Permera Tubuq (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya/Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar, Malang)
Satrio Wibowo (Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya/Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar, Malang)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Latar belakang. Diabetes melitus (DM) telah menjadi beban kesehatan global. Komplikasi mikrovaskular ginjal umumnya terjadi dalam 5-10 tahun perjalanan penyakit. Biopsi ginjal sebagai standar emas diagnosis bersifat invasif, sehingga pemeriksaan urin menjadi alternatif non-invasif yang mudah dan cepat untuk deteksi dini gangguan ginjal. Tujuan. Mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan urine albumin Creatinine ratio pasien Diabetes Mellitus Tipe 1 di Poli Endokrin anak Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Metode. Menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel diambil dengan purposive sampling. Kriteria inklusi Diabetes Melitus Tipe 1, responden diambil saat pasien kontrol. Uji normalitas data menunjukkan distribusi tidak normal, sehingga analisis korelasi antar variabel dilakukan dengan uji Spearman. Hasil. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara HbA1c dan UACR (r=0,378; p=0,001) dengan kekuatan korelasi lemah (R²=0,143). Hubungan signifikan juga ditemukan pada subkelompok perempuan (p=0,025), usia 6-12 tahun (p=0,017), dan durasi sakit <5 tahun (p=0,009).Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,378 dengan nilai signifikansi p = 0,001. Kesimpulan. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara HbA1c dengan UACR pada pasien DMT1.

Copyrights © 2026