Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan pilar penting bagi perekonomian nasional yang efektif dalam menyerap tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan. Namun, potensinya seringkali belum optimal, seperti yang dialami oleh para produsen produk olahan tradisional (krecek, kembang goyang, rengginang) di Desa Gebang, Kecamatan Gemuh. Para pelaku usaha di sana menghadapi tantangan umum berupa kemasan yang sangat sederhana, minimnya identitas merek (branding), dan pemasaran yang masih terbatas di lingkungan lokal, sehingga produk berkualitas mereka sulit menjangkau pasar yang lebih luas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemasaran digital UMKM produk olahan tradisional. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, konsultasi, pendidikan masyarakat, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi serta difokuskan pada sebuah UMKM bernama "Krecek Mba Lip" yang kondisi awalnya sangat konvensional: produksi bergantung pada tenaga manusia dan cuaca, pengemasan hanya memakai plastik biasa, dan penjualan mengandalkan pesanan dari tetangga sekitar. Sebagai solusi, dilakukan intervensi melalui kegiatan KKN dengan menerapkan strategi pemasaran digital sederhana, yaitu mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan mampu meningkatkan aksesibilitas usaha, memperkuat branding, dan membuka peluang perluasan pasar. Langkah kecil ini berhasil meningkatkan minat pembeli baru dan memperluas jangkauan pemasaran hingga keluar desa. Kehadiran usaha di platform digital tidak hanya memudahkan calon konsumen untuk menemukan lokasi, tetapi juga berhasil membangun citra usaha yang lebih profesional dan terpercaya di era modern.
Copyrights © 2026