Titrasi serimetri merupakan metode analisis volumetrik berbasis reaksi redoks yang menggunakan serium(IV) sulfat sebagai oksidator kuat. Kajian literatur ini bertujuan membandingkan penerapan metode serimetri dalam analisis hidrokuinon pada sediaan kosmetik serta senyawa reduktor lain pada sediaan farmasi, sekaligus mengevaluasi keunggulan dan keterbatasannya dibandingkan metode instrumentasi modern. Sumber data diperoleh dari sembilan artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan antara tahun 2007 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa titrasi serimetri mampu menghasilkan persentase perolehan kembali (recovery) yang cukup baik, berkisar antara 97,12% hingga 102,01% untuk berbagai analit. Pada konteks analisis hidrokuinon dalam krim pemutih yang beredar di Indonesia, dua dari tiga studi primer menemukan produk dengan kadar hidrokuinon melebihi batas maksimum 2% yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Secara komparatif, metode serimetri memiliki keunggulan berupa stabilitas larutan titran, kesederhanaan prosedur, dan harga reagen yang relatif terjangkau, namun memiliki keterbatasan dalam selektivitas dibandingkan HPLC dan GC-MS. Kajian ini merekomendasikan penggunaan serimetri sebagai metode skrining awal yang diperkuat dengan konfirmasi instrumentasi untuk analisis sediaan kosmetik yang mengandung matriks kompleks.
Copyrights © 2026