Pendekatan mekanistik-empiris (Mechanistic-Empirical/M-E) semakin banyak diterapkan dalam rekayasa perkerasan karena mampu memberikan kerangka analisis yang lebih rasional dalam memprediksi kinerja perkerasan berdasarkan karakteristik material, beban lalu lintas, dan kondisi lingkungan. Namun, penerapannya pada perkerasan lentur di Indonesia masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama terkait ketersediaan basis data material, karakteristik lalu lintas, serta kebutuhan kalibrasi dan validasi terhadap kondisi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap penerapan, kinerja, dan tantangan metode mekanistik-empiris pada perkerasan lentur di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti kerangka Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Sebanyak 25 artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2015–2025 diidentifikasi, diseleksi, dan dianalisis berdasarkan pendekatan metodologis, indikator kinerja perkerasan, serta kendala penerapannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode M-E secara umum memberikan prediksi yang lebih akurat dan andal terhadap kerusakan fatigue cracking dan rutting dibandingkan pendekatan empiris, terutama karena mampu mempertimbangkan pengaruh beban lalu lintas, karakteristik material, dan kondisi lingkungan secara lebih komprehensif. Namun, penerapan metode M-E di Indonesia masih terkendala oleh keterbatasan data material dan lalu lintas yang representatif, variasi kondisi perkerasan, serta belum optimalnya proses kalibrasi dan validasi berbasis kondisi lokal. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan basis data perkerasan nasional dan model kinerja yang dikalibrasi secara lokal untuk meningkatkan keandalan desain perkerasan berbasis mekanistik-empiris di Indonesia. Penelitian selanjutnya perlu diarahkan pada penguatan pemantauan kinerja perkerasan jangka panjang, integrasi data lalu lintas dan iklim, serta pengembangan prosedur kalibrasi lokal yang terstandar guna mendukung desain perkerasan lentur yang lebih akurat, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakteristik Indonesia.
Copyrights © 2026