Kelengkapan pengisian resume medis rawat inap merupakan indikator mutu krusial yang memengaruhi kelancaran administrasi rumah sakit. Namun, keterlambatan pengisian dokumen resume ini dalam batas waktu 2x24 jam masih ditemukan di Rumah Sakit Panti Waluyo Yakkum Surakarta, sehingga berpotensi menghambat efisiensi proses klaim BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor kelengkapan resume medis terhadap efisiensi klaim BPJS berdasarkan aspek sumber daya manusia (SDM), sistem informasi, standar prosedur operasional (SOP), dan koordinasi antarunit. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh dengan melakukan observasi terhadap 100 sampel resume medis rawat inap periode triwulan I tahun 2025 serta wawancara mendalam dengan 5 informan yang divalidasi melalui triangulasi sumber. Proses analisis data meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelengkapan identifikasi pasien dan field mandatory mencapai 100%, autentifikasi 96%, sedangkan komponen laporan penting masih bervariasi dengan rata-rata 87%. Ketidaklengkapan tersebut dipicu oleh faktor kepatuhan dokter yang masih situasional saat berada di luar jam praktik serta keterbatasan sistem informasi rekam medis elektronik yang belum mendukung akses jarak jauh (remote access). Di sisi lain, pelaksanaan SOP dan koordinasi komunikasi antarunit sudah berjalan dengan sangat baik dan kooperatif. Dari hasil analisa, dapat ditarik kesimpulan bahwa efisiensi proses klaim belum optimal akibat kendala konsistensi pengisian oleh dokter dan keterbatasan akses sistem digital. Oleh karena itu, direkomendasikan pengembangan fitur remote access yang aman pada sistem informasi serta penyusunan regulasi serah terima (handover) pengisian rekam medis saat dokter berhalangan.
Copyrights © 2026