Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami stres akademik akibat tuntutan penyelesaian tugas akhir, praktikum, serta persiapan memasuki dunia kerja. Stres yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi proses metabolisme tubuh, termasuk metabolisme lipid dan kadar High-Density Lipoprotein (HDL). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat stres akademik dengan kadar HDL pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 42 mahasiswa tingkat akhir dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat stres akademik diukur menggunakan kuesioner Student-Life Stress Inventory (SLSI) yang terdiri atas 44 item, sedangkan kadar HDL diperiksa menggunakan metode Cholesterol Oxidase-Peroxidase Aminoantipyrine (CHOD-PAP) dengan alat fotometer. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres akademik kategori ringan sebanyak 29 responden (69,0%), stres sedang sebanyak 8 responden (19,0%), dan tidak stres sebanyak 5 responden (11,9%). Sebagian besar responden memiliki kadar HDL kategori low risk (≥60 mg/dL), yaitu sebanyak 27 responden (64,3%). Hasil uji Spearman Rank Correlation menunjukkan nilai p = 0,027 dengan koefisien korelasi r = -0,342. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tingkat stres akademik dengan kadar HDL pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Semakin tinggi tingkat stres akademik, kadar HDL cenderung semakin rendah.
Copyrights © 2026