Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dilaksanakan secara bertahap pada Januari 2025 membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar seiring dengan bertambahnya jumlah penerima manfaat dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kondisi tersebut penting dikaji karena peningkatan kebutuhan pangan berlangsung bersamaan dengan dinamika harga berbagai komoditas di pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan dan fluktuasi harga bahan pangan selama periode pelaksanaan MBG dari Januari 2025 hingga Juli 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Gizi Nasional (BGN), dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia. Analisis dilakukan terhadap sembilan komoditas, yaitu beras, daging ayam, telur ayam, cabai rawit, daging sapi, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, dan gula pasir, melalui perbandingan harga bulanan serta persentase perubahan harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2025 delapan dari sembilan komoditas memiliki harga akhir periode yang lebih tinggi dibandingkan awal periode. Kenaikan terbesar terjadi pada bawang merah sebesar 16,71%, sedangkan bawang putih mengalami penurunan sebesar 5,93%. Pada Januari–Juli 2026, lima komoditas mengalami kenaikan dan empat komoditas mengalami penurunan. Kenaikan tertinggi terjadi pada minyak goreng sebesar 8,25%, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bawang merah sebesar 6,14%. Temuan menunjukkan bahwa dinamika harga pangan selama pelaksanaan MBG bersifat heterogen dan berbeda menurut komoditas serta periode. Oleh karena itu, perubahan harga selama periode penelitian tidak dapat diinterpretasikan sebagai dampak langsung MBG tanpa pengujian kausal lebih lanjut. Hasil penelitian mengimplikasikan pentingnya perencanaan pasokan, diversifikasi bahan pangan, koordinasi pengadaan, dan pemantauan harga untuk mendukung keberlanjutan MBG sekaligus menjaga stabilitas pangan.
Copyrights © 2026