Kesenjangan digital (digital divide) dan keterbatasan literasi digital menjadi permasalahan utama di Dusun Tamanan, Banguntapan, Bantul, yang mengakibatkan gawai pintar be−Kesenjangan digital (digital divide) dan keterbatasan literasi digital menjadi permasalahan utama di Dusun Tamanan, Banguntapan, Bantul, yang mengakibatkan gawai pintar belum dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas harian maupun operasional usaha mikro. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital serta keterampilan ideasi kreatif masyarakat umum, khususnya ibu rumah tangga, lansia, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan Kecerdasan Buatan Generatif (Google Gemini). Kegiatan dilaksanakan pada 25 Mei 2026 dengan melibatkan 28 peserta secara tatap muka di Dusun Tamanan. Metode yang digunakan mengadopsi pendekatan andragogi yang mencakup pemaparan materi interaktif, pelatihan teknik prompting menggunakan formula PKF (Peran, Konteks, Format), serta pendampingan intensif secara one-on-one. Berdasarkan evaluasi melalui observasi partisipatoris dan praktik untuk kerja langsung, hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan teknis peserta. Peningkatan ini meliputi kemampuan mengoperasikan Google Gemini secara mandiri, merumuskan instruksi yang terstruktur, menyusun narasi promosi produk UMKM, serta membuat naskah cerita edukasi anak secara personal. Program ini berhasil mengikis rasa canggung terhadap teknologi (technophobia) pada warga senior serta mendorong pemanfaatan AI sebagai asisten virtual penunjang kebutuhan rumah tangga dan usaha.lum dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas harian maupun operasional usaha mikro. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital serta keterampilan ideasi kreatif masyarakat umum, khususnya ibu rumah tangga, lansia, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan Kecerdasan Buatan Generatif (Google Gemini). Kegiatan dilaksanakan pada 25 Mei 2026 dengan melibatkan 28 peserta secara tatap muka di Dusun Tamanan. Metode yang digunakan mengadopsi pendekatan andragogi yang mencakup pemaparan materi interaktif, pelatihan teknik prompting menggunakan formula PKF (Peran, Konteks, Format), serta pendampingan intensif secara one-on-one. Berdasarkan evaluasi melalui observasi partisipatoris dan praktik untuk kerja langsung, hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan teknis peserta. Peningkatan ini meliputi kemampuan mengoperasikan Google Gemini secara mandiri, merumuskan instruksi yang terstruktur, menyusun narasi promosi produk UMKM, serta membuat naskah cerita edukasi anak secara personal. Program ini berhasil mengikis rasa canggung terhadap teknologi (technophobia) pada warga senior serta mendorong pemanfaatan AI sebagai asisten virtual penunjang kebutuhan rumah tangga dan usaha.
Copyrights © 2026