Perkembangan Artificial Intelligence telah menghadirkan transformasi besar dalam struktur pengetahuan, pola keberagamaan, dan orientasi peradaban manusia modern. Dominasi algoritma digital tidak hanya memengaruhi cara manusia mengakses informasi, melainkan juga membentuk kesadaran epistemologis, otoritas religius, serta relasi manusia dengan dimensi spiritualitas. Artikel ini bertujuan menganalisis relasi antara wahyu, akal, dan kecerdasan buatan dalam perspektif Islamic Theology dan Islamic Philosophy, sekaligus mengkaji tantangan teologi Islam di tengah masyarakat algoritmik kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang dipadukan dengan analisis filosofis-kritis dan pendekatan hermeneutik konseptual. Data penelitian diperoleh dari literatur filsafat Islam klasik, teori AI kontemporer, kajian agama digital, serta jurnal internasional bereputasi yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan AI telah melahirkan pergeseran epistemologis dari otoritas pengetahuan berbasis refleksi menuju struktur algoritmik yang menekankan efisiensi, kalkulasi data, dan percepatan informasi. Situasi tersebut memunculkan problem serius bagi epistemologi Islam karena wahyu sebagai sumber pengetahuan transenden berhadapan dengan dominasi rasionalitas digital modern. Penelitian ini juga menemukan AI tidak dapat disamakan dengan kesadaran manusia karena mesin hanya bekerja melalui simulasi komputasional tanpa dimensi ruhani, moral, dan eksistensial sebagaimana manusia dalam perspektif filsafat Islam. Selain itu, media digital berbasis algoritma telah melahirkan transformasi otoritas keagamaan yang bersifat cair, terfragmentasi, dan rentan terhadap komodifikasi agama serta polarisasi pemahaman religius. Dalam konteks tersebut, rekonstruksi teologi Islam menjadi penting untuk membangun paradigma epistemologis yang mampu mengintegrasikan perkembangan teknologi dengan nilai-nilai spiritual, etika, dan kemanusiaan. Artikel ini berkontribusi pada pengembangan kajian teologi Islam kontemporer dengan menawarkan pembacaan filosofis mengenai relasi wahyu dan algoritma di era kecerdasan buatan. Kajian ini juga memperlihatkan relevansi epistemologi Islam sebagai kritik terhadap absolutisasi teknologi dan krisis spiritual dalam masyarakat digital modern.
Copyrights © 2026