Al-Qur’an tidak hanya membahas aspek hukum dan akidah saja, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi emosi manusia, salah satunya adalah emosi sedih (huzn). Dengan menggunakan salah satu metode dalam Ilmu Tafsir yaitu munasabah penelitian ini akan melihat bagaimana sedih dijelaskan dalam al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan munasabah makna yang memiliki empat langkah operasional: pertama mengungkap tema dari ayat utama, kedua mencari ayat-ayat pendukung, ketiga mendialogkan antara ayat utama dan ayat pendukung, keempat merumuskan kesimpulan. Ayat utama yang dipilih adalah Ali Imran ayat 139, sedangkan ayat pendukung adalah QS. Al-Tawbah: 40 dan QS. Yunus: 62-63. Hasil temuan berdasarkan pembacaan data tekstual terhadap Tafsir Ringkas, Tafsir Al-Azhar, dan Tafsir Al-Mishbah. Dalam QS. Ali Imran: 139, huzn (kesedihan) bisa berasal dari ujian yang ditimpakan kepada manusia berupa kekalahan perang. Sedangkan dalam QS. Al-Tawbah: 40 dan QS. Yunus: 62-63, salah satu sifat orang saleh adalah tidak dikuasai kesedihan yang terlalu. Berdasarkan hasil penelitian, makna kata sedih dalam al-Qur’an adalah kegelisahan batin manusia yang berkaitan dengan hal negatif yang dialami atau pernah terjadi. Emosi sedih merupakan fitrah manusia namun manusia dihimbau untuk mengaturnya dengan baik agar tidak menghambat atau melemahkan orang yang mengalaminya.
Copyrights © 2026