RIO LAW JURNAL
Vol 7, No 1 (2026): Rio Law Jurnal

MENGURAI FILOSOFI DI BALIK TRADISI KONSTITUSIONAL MASYARAKAT MĀORI

Hidayat, Rayhan Naufaldi (Unknown)
Hasiah, Neti (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Jul 2026

Abstract

ABSTRACTThe Māori people are a social entity with historical origins in the Polynesian peoples of New Zealand. This study will tentatively outline what has developed and is believed to constitute the Māori constitutional tradition. The discussion will cover several key aspects of law and philosophy that have influenced the development of constitutional thought and practice there. The methodology employed is based on a non-doctrinal framework with a historical approach that contextualises the Māori constitutional tradition. A review of the literature reveals a collective interconnection between several key principles, such as whanaungatanga, manaakitanga, mana, tapu and utu, which underpin the development of the Māori legal system and constitutionalism. The exercise of public power within the Māori belief system is constrained by a system of values that must be collectively observed. Essentially, this maintains a balance between structure, rights, behaviour and relationships with community members, as well as spiritual harmony with nature.Keywords: Indigenous CommunitiesThe Māori people; New Zealand; Constitutional traditions. ABSTRAKMasyarakat Māori merupakan suatu entitas sosial yang memiliki asal usul sejarah dari rumpun polinesia di Selandia Baru. Studi ini akan menggambarkan secara tentatif apa yang tumbuh dan diyakini menjadi tradisi konstitusional Māori. Penjelasan akan mencakup beberapa aspek utama hukum dan filsafat yang turut mempengaruhi perkembangan pemikiran dan praktik konstitusional di sana. Metode yang digunakan berbasis kerangka non-doktrinal dengan pendekatan historis yang melatarbelakangi tradisi konstitusional Māori. Penulusuran literatur menunjukkan adanya keterkaitan kolektif dari beberapa prinsip utama, sebut saja seperti whanaungatanga, manaakitanga, mana, tapu dan utu yang mendasari perkembangan sistem hukum dan konstitusionalisme Māori. Pelaksanaan kekuasaan publik dalam keyakinan Māori akan dibatasi oleh sistem nilai yang wajib ditaati bersama. Hakikatnya akan menjaga keseimbangan struktur, hak, perilaku dan hubungannya dengan anggota komunitas maupun dalam arti keserasian spiritual dengan alam.Kata Kunci: Komunitas Adat; Masyarakat Māori; Selandia Baru; Tradisi Konstitusional. 

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

RIO

Publisher

Subject

Humanities Environmental Science Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Rio merupakan sebutan untuk kepala desa laki-laki di Kabupaten Bungo, provinsi Jambi. Fakultas Hukum Universitas Muara Bungo memilih nama ini untuk memberikan sebuah identitas atau pengenal supaya dikenal civitas akademika di seluruh Indonesia. Rio Law Journal mengumpullkan artikel hukum kemudian ...