Penelitian ini bertujuan menganalisis tipe kepemimpinan kepala sekolah di Sekolah Khusus (SKH) Negeri 1 Marikit, Kalimantan Tengah, dengan tinjauan terhadap latar belakang budaya suku Jawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan kepala sekolah, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi selama periode Maret-Mei 2026. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan kepala sekolah menerapkan perpaduan kepemimpinan demokratis dan transformasional, dengan fleksibilitas beralih ke pola direktif dalam situasi krisis. Nilai-nilai budaya Jawa seperti andhap asor, rukun, tepa selira, gotong royong, nrimo ing pandum, dan sepi ing pamrih rame ing gawe termanifestasi dalam pengambilan keputusan berbasis musyawarah, komunikasi empatik, penyelesaian konflik restoratif, dan pemberdayaan guru. Latar belakang budaya Jawa berkontribusi 40-50% dalam membentuk karakter kepemimpinan, sementara sisanya dipengaruhi pendidikan formal, pengalaman, dan lingkungan multikultural. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya pengintegrasian kearifan lokal dalam pengembangan kepemimpinan pendidikan khusus sebagai model kepemimpinan alternatif yang kontekstual dan humanis.
Copyrights © 2026