Multikulturalisme berkembang dari latar belakang berbeda sehingga melahirkan konseptualisasi yang beragam. Perdebatan antara pemikir Barat dan Islam mengenai asal-usul multikulturalisme belum dikaji secara komparatif secara mendalam. Penelitian ini bertujuan membandingkan konsep multikulturalisme Barat dan Islam berdasarkan latar belakang historisnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan dan analisis isi terhadap sumber-sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multikulturalisme Barat muncul akhir 1950-an dan menguat pada 1970-an di Amerika Serikat akibat gejolak sosial terkait kesetaraan ras, kemudian berkembang di Kanada, Inggris, Belgia, Prancis, Jerman, Belanda, Swedia, dan Australia demi keadilan. Sebaliknya, multikulturalisme dalam Islam telah ada sejak masa Nabi Muhammad SAW (570–632 M), yang menolak sistem kelas dan diskriminasi ras. Era Al-Makmun (813–833 M) memperkuat nilai toleransi, keterbukaan, dan kesetaraan antaragama. Kesimpulannya, kedua konsep memiliki akar historis dan basis nilai yang berbeda namun sama-sama mengedepankan keadilan dan kesetaraan.
Copyrights © 2026