Budaya sekolah berperan strategis dalam pembentukan karakter peserta didik, namun pengembangannya di sekolah dasar terkendala lemahnya keteladanan dan ketidakkonsistenan pembiasaan nilai. Penelitian terdahulu cenderung menempatkan warisan historis sebagai media pembelajaran, bukan sebagai sumber internalisasi budaya sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan budaya sekolah melalui internalisasi nilai kesyuhadaan di SD Masjid Syuhada Yogyakarta. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus diterapkan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap empat informan kunci yang dipilih secara purposif, dianalisis menggunakan enam tahapan Creswell (2012), serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menghasilkan tiga tema utama: Masjid Syuhada sebagai sumber budaya sekolah, internalisasi nilai melalui pembiasaan dan pembelajaran, serta keberlanjutan budaya melalui tata kelola kolaboratif. Temuan menghasilkan model Historical Organizational Identity, Practice-led Institutionalization, dan Value Resilience. Model ini dapat menjadi rujukan praktis bagi pengelola sekolah dasar berbasis lembaga keagamaan atau cagar budaya dalam merancang strategi pengembangan budaya sekolah berbasis nilai historis.
Copyrights © 2026