Kemampuan kerja sama merupakan aspek penting perkembangan sosial anak usia 5–6 tahun yang tidak selalu berkembang optimal tanpa pengalaman pembelajaran yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi fun game dalam mengembangkan kemampuan kerja sama anak usia 5–6 tahun di TK Islam YLPI Marpoyan. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan dua guru sebagai informan utama dan kepala sekolah sebagai informan tambahan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui tahap pemilahan, pengorganisasian, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fun game—meliputi menyusun balok, puzzle, estafet bola, gerak dan lagu, berkisah, menjiplak koin, serta menirukan gerakan hewan—memberikan kesempatan anak berpartisipasi dalam kelompok, berbagi tugas, saling membantu, berkomunikasi, mengikuti aturan, dan bertanggung jawab. Guru berperan sebagai fasilitator pengalaman bermain. Fun game terbukti menjadi alternatif strategi pembelajaran berbasis bermain yang efektif untuk menstimulasi kemampuan kerja sama anak usia dini.
Copyrights © 2026