Keselamatan siswa dalam perjalanan menuju dan dari sekolah merupakan bagian penting dari mutu layanan transportasi publik, karena risiko tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan moda tetapi juga oleh praktik operasional di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Program Pelayanan Angkutan Pelajar Gratis (APG), kinerja pengemudi, dan kepatuhan pengemudi terhadap keselamatan siswa di Kabupaten Magetan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang terhadap 170 siswa pengguna layanan APG. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta regresi linear berganda dengan IBM SPSS Statistics 25. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa pelaksanaan program, kepatuhan pengemudi, dan keselamatan siswa dinilai baik, sedangkan kinerja pengemudi berada pada kategori netral. Hasil regresi menunjukkan bahwa Program APG tidak berpengaruh signifikan terhadap keselamatan siswa (B = -0,018; p = 0,681), dan kinerja pengemudi juga tidak berpengaruh signifikan (B = 0,029; p = 0,585). Sebaliknya, kepatuhan pengemudi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keselamatan siswa (B = 0,426; t = 7,520; p < 0,001) dan menjadi prediktor paling kuat dalam model. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap keselamatan siswa (F = 31,490; p < 0,001), dengan Adjusted R² sebesar 0,351. Temuan menegaskan bahwa keberadaan program transportasi gratis perlu diterjemahkan ke dalam disiplin operasional melalui kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, batas kecepatan, SOP pelayanan, serta prosedur keselamatan menaikkan dan menurunkan siswa. Hasil penelitian memberi dasar bagi penguatan tata kelola keselamatan berbasis kepatuhan pada layanan angkutan pelajar daerah.
Copyrights © 2026