Kelurahan Ulujami merupakan kawasan permukiman padat yang kerap menghadapi ancaman banjir tahunan akibat luapan Sungai Pesanggrahan, sehingga memicu kerentanan sosial dan lingkungan yang memerlukan keterlibatan aktif organisasi kepemudaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi partisipatif Karang Taruna dalam membangun resiliensi komunitas pascabanjir di Kelurahan Ulujami serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi di lapangan. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggali data mendalam melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus Karang Taruna, aparat kelurahan, pengurus wilayah, serta masyarakat terdampak. Informan kunci dipilih secara purposive untuk memastikan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik analisis Miles et al. yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karang Taruna efektif mengimplementasikan komunikasi partisipatif dua arah melalui integrasi media digital dan rapat tatap muka untuk mengoordinasikan evakuasi, distribusi logistik, serta aksi gotong royong pembersihan lingkungan. Faktor pendukung utama mencakup sinergi kelembagaan dengan instansi pemerintah, pemanfaatan WhatsApp, dan ketulusan inisiatif pemuda, sementara hambatan utama meliputi kesibukan akademik anggota, kendala jaringan, serta rendahnya partisipasi akar rumput.
Copyrights © 2026