Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, khususnya pada populasi lanjut usia. Kadar glukosa darah dapat dikendalikan melalui terapi farmakologis dan non-farmakologis; salah satunya adalah pemberian rebusan kayu manis (*Cinnamomum burmannii*) yang mengandung senyawa aktif efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah. Studi ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan dan intervensi berupa pemberian rebusan kayu manis kepada Ny. A dan Ny. D di Puskesmas Mandiangin Plus, Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, di mana pasien diberikan rebusan yang dibuat dari 10 gram kayu manis yang direbus dalam 100 ml air, dikonsumsi satu kali sehari sebelum sarapan selama tiga hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah: dari 232 mg/dL menjadi 139 mg/dL pada Ny. A, dan dari 326 mg/dL menjadi 237 mg/dL pada Ny. D, disertai dengan perbaikan gejala seperti rasa haus berlebihan, kelelahan, dan sering buang air kecil. Dapat disimpulkan bahwa rebusan kayu manis merupakan terapi komplementer yang efektif, aman, dan terjangkau. Disarankan agar pasien terus mengonsumsinya secara rutin sesuai panduan yang tepat; tenaga kesehatan menerapkannya sebagai bagian dari edukasi kesehatan; serta peneliti selanjutnya mengembangkan studi serupa dengan durasi yang lebih lama dan jumlah sampel yang lebih besar.
Copyrights © 2026