Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesan, tanggapan, dan pemberitaan mengenai Kurikulum 1984 dalam surat kabar Indonesia sebagai salah satu sumber sejarah pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi dokumen terhadap berbagai surat kabar yang terbit pada periode 1984ā1995 serta dokumen kebijakan terkait Kurikulum 1984. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum 1984 dipandang sebagai bentuk pembaruan pendidikan yang berupaya menyesuaikan sistem pendidikan dengan kebutuhan pembangunan nasional dan dunia kerja. Kurikulum ini menekankan pendekatan keterampilan proses melalui konsep Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Pemberitaan surat kabar umumnya menilai kurikulum ini memiliki tujuan positif, seperti menciptakan lulusan yang lebih terampil, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat pembentukan karakter dan nasionalisme melalui mata pelajaran inti, termasuk Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB). Namun, berbagai surat kabar juga menyoroti sejumlah kendala dalam implementasinya, seperti kurangnya kesiapan guru, keterbatasan buku ajar, belum meratanya pelatihan kurikulum, serta kesulitan penerapan CBSA di sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa surat kabar tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menjadi ruang kritik dan evaluasi terhadap kebijakan pendidikan pemerintah. Dengan demikian, keberhasilan Kurikulum 1984 sangat dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya pendidikan dan efektivitas pelaksanaannya di lapangan.
Copyrights © 2026