Amaliyatu Tadris (AMYTA)
Vol. 5 No. 1 (2026): Agustus

Implementasi Pendidikan Akhlak Berbasis Tazkiyatun Nafs Melalui Tahapan Takhalli, Tahalli, Dan Tajalli

Nur Faizatul Maulah (Universitas Uluwiyah Mojokerto)
Muklisatum Listyawati (Universitas Uluwiyah Mojokerto)
Afidatusholikha (Universitas Uluwiyah Mojokerto)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Moral education in schools often remains at the level of memorizing religious texts and has yet to meaningfully address the inner dimensions of students. This study examines how the tazkiyatun nafs approach, namely the purification of the soul through three stages—takhalli, tahalli, and tajalli—is practiced among eighth-grade students at MTsN 3 Sidoarjo. Unlike previous studies, which generally remain at the conceptual level or provide general descriptions of educational programs, the novelty of this study lies in presenting layered empirical evidence, particularly regarding the tajalli stage, which is directly verified through students’ personal accounts. The purpose of this study is to describe how these three stages take place and are interconnected in the daily practice of moral development. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, field observations, and documentation. The findings show that the takhalli stage is reflected in the development of discipline and behavioral control among students who are still accustomed to arriving late or having difficulty maintaining focus; the tahalli stage is reflected in daily religious routines, such as salat dhuha, Qur’an recitation, salat dzuhur in congregation, and kultum (brief religious sermons); while the tajalli stage is reflected in students’ own accounts that they have begun performing religious practices without the need for supervision, including at home. In conclusion, moral development takes place as a gradual process, beginning with the elimination of negative habits, continuing through consistent habituation, and ultimately leading to an awareness that grows from within the students themselves Pendidikan akhlak di sekolah sering berhenti pada tataran hafalan dalil, belum menyentuh sisi batin murid secara nyata. Masalah yang dikaji dalam tulisan ini adalah bagaimana pendekatan tazkiyatun nafs, yaitu penyucian jiwa melalui tiga tahap takhalli, tahalli, dan tajalli, dipraktikkan pada murid kelas VIII di MTsN 3 Sidoarjo. Berbeda dari penelitian terdahulu yang umumnya berhenti pada level konseptual atau deskripsi program secara umum, kebaruan kajian ini terletak pada penyajian bukti empiris berlapis, khususnya pada tahap tajalli yang diverifikasi langsung melalui pengakuan personal murid. Tujuan kajian ini adalah mendeskripsikan bagaimana ketiga tahap tersebut berlangsung dan saling berkaitan dalam praktik pembinaan akhlak sehari-hari. Kajian memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan data dari wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa tahap takhalli tampak dari pembinaan disiplin dan pengendalian perilaku murid yang masih terbiasa terlambat atau kurang fokus; tahap tahalli tampak dari rutinitas ibadah harian seperti salat dhuha, membaca Al-Qur'an, salat dzuhur berjamaah, dan kultum; sedangkan tahap tajalli tampak dari pengakuan murid sendiri bahwa mereka mulai menjalankan ibadah tanpa perlu diawasi, bahkan di rumah. Simpulannya, pembentukan akhlak berlangsung sebagai proses bertahap, dimulai dari mengikis kebiasaan buruk, berlanjut ke pembiasaan yang konsisten, dan berujung pada kesadaran yang tumbuh dari dalam diri murid.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

amyta

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Jurnal Amaliyatu Tadris meliputi :1. Metodologi Pembelajaran, 2. Strategi Pembelajaran, 3. Penelitian Tindakan Kelas, 4. Literasi Media Pembelajaran. 6. Pengembangan Kurikulum, 7. Evaluasi Pembelajaran, 8. Pengembangan Profesi Guru, 9. Integrasi Teknologi dalam ...