Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembiayaan yang digunakan oleh pelaku usaha Makeup Artist (MUA), pemanfaatan pembiayaan dalam meningkatkan pendapatan, serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan pembiayaan usaha Makeup Artist di Desa Sengkati Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri dari dua pelaku usaha Makeup Artist di Desa Sengkati Baru, yaitu Rizki Julita dan Indah Andreini. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pembiayaan yang digunakan oleh kedua pelaku usaha pada awalnya berasal dari modal pribadi atau tabungan. Pembiayaan tersebut digunakan untuk membeli perlengkapan makeup, kosmetik, serta mendukung peningkatan keterampilan dan kualitas pelayanan. Pemanfaatan pembiayaan secara produktif memberikan kontribusi terhadap perkembangan usaha melalui peningkatan kualitas pelayanan, bertambahnya jenis layanan, meningkatnya kepercayaan pelanggan, serta bertambahnya jumlah pelanggan yang pada akhirnya berdampak terhadap pendapatan usaha. Namun, peningkatan pendapatan tidak berlangsung secara tetap karena dipengaruhi oleh fluktuasi permintaan jasa dan kondisi masing-masing pelaku usaha. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan modal, tingginya harga perlengkapan dan kosmetik, serta jumlah pelanggan yang tidak stabil pada waktu tertentu.
Copyrights © 2026