Bencana Galodo yang terjadi di Nagari Tanjung Sani, Sumatera Barat berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, ditandai dengan menurunnya kapasitas produksi, tingginya biaya operasional, terbatasnya inovasi produk, serta belum optimalnya pemasaran dan legalitas usaha. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat pascabencana melalui inovasi usaha, penerapan teknologi tepat guna, penguatan legalitas, dan digitalisasi pemasaran. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan sosialisasi dan identifikasi masalah, pelatihan dan penerapan teknologi, pendampingan, monitoring dan evaluasi, serta penyusunan keberlanjutan program. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi, dan perbandingan kondisi sebelum dan sesudah program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra dari 64% menjadi 93%, penurunan proporsi biaya pakan dari 60–70% menjadi 20–30% melalui penerapan pakan alternatif dan mesin pelet, serta terciptanya tiga produk diversifikasi olahan ikan dan sepuluh varian parfum minyak atsiri. Pendampingan juga menghasilkan penguatan legalitas usaha melalui NIB, peningkatan identitas produk, dan pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran. Program Mahasiswa Berdampak berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas, efisiensi, inovasi, dan kemandirian usaha masyarakat sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi pascabencana di Nagari Tanjung Sani.
Copyrights © 2026