Artikel ini mengeksplorasi peran guru dalam menciptakan kurikulum pendidikan Islam yang seimbang dari sudut pandang konseptual dan teoretis. Dasar penelitian ini adalah pemahaman bahwa moderasi dalam pendidikan Islam tidak hanya dilihat sebagai frasa yang menarik, tetapi perlu diwujudkan oleh para pendidik yang benar-benar memahami maknanya dan menerapkannya secara konsisten di dalam kelas mereka. Dengan menggunakan tinjauan pustaka yang dikombinasikan dengan metode deskriptif-analitis, artikel ini mengkaji bagaimana gagasan wasatiyyah, maqashid syari'ah, dan tradisi pengajaran Islam dapat membimbing guru dalam menyusun kurikulum yang inklusif, kritis, dan relevan dengan konteksnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pendidik yang terlibat dalam pendidikan Islam moderat menjalankan empat peran sekaligus sebagai murabbi yang membina jiwa, mu'allim yang menghubungkan pengetahuan, qudwah yang menjadi teladan nilai-nilai, dan mufassir yang memberikan interpretasi kontekstual terhadap kurikulum. Peran-peran ini saling terkait dan tidak dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu, untuk mengubah kurikulum pendidikan Islam moderat, penting untuk terlebih dahulu mereformasi para guru itu sendiri.
Copyrights © 2026