Industri kapur merupakan salah satu kegiatan industri yang berpotensi menghasilkan pencemar udara berupa gas hasil pembakaran dan partikulat. Setelah dilepaskan melalui cerobong, pencemar mengalami proses transportasi dan dispersi yang dipengaruhi oleh kondisi meteorologi, karakteristik sumber emisi, serta kondisi topografi di sekitar lokasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola dispersi sulfur dioksida (SO₂), nitrogen dioksida (NO₂), dan Total Suspended Particulate (TSP) dari kegiatan industri kapur menggunakan model AERMOD serta membandingkan distribusi konsentrasi pada kondisi bulan basah dan bulan kering. Lokasi sumber berada di wilayah Padalarang. Karakteristik cerobong yang digunakan meliputi tinggi 13 m, diameter 0,70 m, temperatur gas keluar 60°C, dan kecepatan gas keluar 13,1 m/s. Konsentrasi hasil pengukuran pada sumber masing-masing sebesar 144,74 µg/m³ untuk NO₂, 230,44 µg/m³ untuk SO₂, dan 61,70 µg/m³ untuk TSP. Pemodelan dilakukan menggunakan data meteorologi selama satu tahun dan dibedakan menjadi kondisi bulan basah dan bulan kering, dengan receptor pada ketinggian 1,5 m. Hasil pemodelan menunjukkan konsentrasi maksimum NO₂ sebesar 72,1 µg/m³ pada kondisi bulan basah dan 64,0 µg/m³ pada kondisi bulan kering. Konsentrasi maksimum SO₂ masing-masing sebesar 136,1 µg/m³ dan 199,0 µg/m³, sedangkan TSP (Total Suspended Particulate) sebesar 35,6 µg/m³ dan 28,5 µg/m³. Berdasarkan hasil tersebut, SO₂ merupakan parameter yang memberikan konsentrasi maksimum paling tinggi dan menjadi parameter paling kritis, terutama pada kondisi bulan kering. Sementara itu, konsentrasi NO₂ dan TSP masih berada di bawah baku mutu masing-masing. Perbedaan pola dan konsentrasi antara kedua kondisi menunjukkan bahwa variasi meteorologi berperan penting dalam menentukan distribusi spasial pencemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AERMOD dapat digunakan untuk mengidentifikasi wilayah dengan potensi konsentrasi pencemar tertinggi sebagai dasar evaluasi pengendalian emisi dan penentuan lokasi prioritas pemantauan kualitas udara.
Copyrights © 2026