Penelitian ini menganalisis framing pemberitaan media online mengenai eksistensi Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Sulawesi Tenggara di tengah konflik organisasi tingkat pusat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model framing Robert N. Entman yang mencakup define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Data diperoleh dari tiga pemberitaan media online periode Juni–Agustus 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media membingkai Organisasi PPM melalui aktivitas kebangsaan, legitimasi kelembagaan, komunikasi dengan LVRI, dan hubungan dengan pemerintah daerah. Konflik pusat lebih banyak dikonstruksi sebagai konteks konsolidasi, sehingga memperkuat citra PPM Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai organisasi aktif, responsif, dan berupaya mempertahankan eksistensi kelembagaan di tingkat daerah.
Copyrights © 2026