Pertumbuhan kota sering kali menyebabkan kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH), terutama di kawasan metropolitan yang padat. Di Jakarta Barat, ketersediaan RTH saat ini masih jauh di bawah ambang batas 14% yang ditetapkan, sehingga menimbulkan tantangan bagi kualitas lingkungan, inklusivitas sosial, dan ketahanan iklim. Penelitian ini menyusun strategi retrofit skematik untuk Taman Jalur Hijau Kosambi yang belum berfungsi optimal. Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif yang mengacu kepada konsep universal design, community-based placemaking, dan nature-based solutions. Tujuan utama penelitian ini adalah merumuskan kerangka spasial strategis guna meningkatkan aksesibilitas, inklusivitas, dan fungsi ekologis tanpa memerlukan pembebasan lahan atau pembangunan baru. Studi ini mengidentifikasi lima kesenjangan utama pada kondisi taman saat ini: aksesibilitas terbatas, kurangnya fasilitas inklusif, lemahnya fungsi sosial, keterhubungan transportasi yang buruk, serta kapasitas ekologis yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kesenjangan tersebut dievaluasi berdasarkan standar desain dan diterjemahkan menjadi usulan pada tingkat skematik. Intervensi yang diusulkan meliputi penambahan ramp dan guiding block, zona sosial lintas usia, integrasi transportasi, serta peningkatan ekologi. Penelitian ini berkontribusi pada rencana penataan ulang RTH yang kurang dimanfaatkan di kawasan perkotaan. Kerangka skematik yang diusulkan dapat diadaptasi untuk lokasi serupa guna mendukung pengembangan kota yang lebih inklusif, adaptif dan berpusat pada manusia.
Copyrights © 2025