Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan literatur mengenai implementasi digitalisasi UMKM di wilayah pedesaan, meskipun memiliki dampak signifikan terhadap struktur ekonomi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penerapan, faktor pendukung dan penghambat, serta kontribusi nyata digitalisasi terhadap penguatan ekonomi lokal. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif studi kasus dengan melibatkan 5 informan pelaku UMKM lintas sektor (ikan hias, kuliner, kerajinan tangan, akomodasi villa, dan transportasi wisata) di Desa Sumberkima yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui teknik analisis data model Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM di Desa Sumberkima berkembang secara bertahap dan otodidak berbasis media sosial, didorong oleh modal HP dan internet, namun dihambat oleh rendahnya literasi digital serta risiko kepercayaan transaksi. Secara konkret, digitalisasi terbukti mendongkrak ekonomi lokal dengan melipatgandakan pendapatan, seperti pada usaha kuliner yang omzetnya melonjak dari Rp5 juta menjadi Rp10 juta, perluasan pasar kerajinan tangan dari 2 dus menjadi 4–5 dus hingga ke luar daerah, serta penciptaan lapangan kerja baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi secara organik mampu memperkuat ekonomi desa wisata. Implikasinya memberikan kontribusi teoretis pada pengembangan teori TAM dan Difusi Inovasi di pedesaan, serta rekomendasi praktis bagi pemerintah desa untuk mengadakan program pelatihan digital terstruktur guna mengatasi kesenjangan kapasitas antar-pelaku usaha.
Copyrights © 2026